Minggu, 24 April 2016

Anak Muda Kaputren Ciptakan Semua Alat Musik dari Bambu


Oleh: Tati Purnawati 22 November, 2015 - 15:24
MAJALENGKA,(PRLM).- Ada hal unik yang dilakukan oleh kelompok anak muda yang menamakan diri Komunitas Kampung Bambu, di Dusun Kaputren, Desa Putridalem, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka. Mereka mampu membuat alat musik gitar, drum, saron, gambang, biola dan saron yang kesemuanya terbuat dari bambu bitung.

Bila dimainkan semua alat musik yang kesemuanya terbuat dari bambu tersebut tak kalah menarik dengan alat musik gitar atau drum pada umunnya. Dan semua alat musik tersebut bisa mengiringi semua jenis lagu baik pop, dangdut, rok ataupun keroncong atau jenis musik lainnya.

Asep adalah pencipta alat musik serba bambu tersebut, dia mengaku mulai terilhami untuk membuat alat musik tersebut sekitar tiga bulan yang lalu, mencoba memanfaatkan bambu yang cukup banyak di sekitar rumahnya.

“Berawal dari coba-coba karena banyak alat musik yang berasal dari bambu dan mengeluarkan suara yang indah seperti halnya calung, angklung, toleot, suling atau alat musik lainnya. Kebetulan di sekitar rumah banyak bambu bitung saya mencoba membuat alat musik yang banyak dipergunakan saat ini untuk mengiringi lagu pop atau lagu lainnya,” kata Asep.

Dia kemudian mencoba menebang bambu berukuran besar dan dia rangai menjadi sebuah guitar dan drum dan hasilnya ternyata tak kalah bagus dengan gitar atau drum buatan pabrik. Bahkan menurutnya gitar bambu buatannya bisa lebih kuat karena sebagian direndam terlebih dulu selama dua bulanan.

Untuk membuat satu set drum butuh waktu hingga satu bulanan, sedangkan gitar butuh waktu seminggu hingga mampu mengeluarkan suara yang nyaring dan bersih seperti halnya gitar pada umumnya.

“Baru satu set alat musik yang kami buat, yakni satu gitar, bass, drum, biola, gambang dan saron, namun ini sudah berulang kali kami coba mainkan di kampung kami,” ungkap Asep.

Asep sendiri adalah seniman musik yang semula bergambung di grup Konser Kampung, Desa Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh, sebuah seni kontemporer yang juga kerap memainkan beberapa alat musik dari bambu. “Di Konser Kampung sedang istirahat dari kegiatan sehingga saya berupaya mencoba membuat alat musik bambu ini.” ujar Asep.

Saat ini Asep dan temannya Jamaludin pemain gitar, Faris pemain drum serta 7 temannya terus berupaya berlatih memainkan alat musik tersebut dengan harapan kedepan mereka bisa menjadi seniman besar dan dikenal banyak orang karena keunikannya. Latihan yang mereka lakukan hampir tiap hari sekaligus mempersiapkann pameran nanti di Bangka Belitung atas undangan temannya di sana.

“Kami akan berangkat ke Bangka Belitung untuk ikut pameran di sana, kami mendapat undangan dari teman di sana. Mudah-mudahan dengan keberangkatan kami kesana bisa membuka jalan bagi kami untuk bisa eksis membuat alat musik ini lebih banyak,” kata Jamaludin.(Tati Purnawati/A-147)***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar